Posted by: awidyarso65 | 18 May 2009

MEMBACA “SIMBOL” DEKLARASI CAPRES-CAWAPRES

Manusia adalah makhluk simbolis. Berbagai tingkah laku dan perbuatannya selalu melibatkan simbol-simbol. Beragam macam simbol dipakai dan dipahami secara “sama” oleh manusia, sehingga simbol menjadi median/alat/kurir bagi maksud dan tujuan yang ingin disampaikan. Setiap tindakan yang dilakukan manusia tidak bebas nilai, artinya setiap tindakan yang dilakukan pasti ada hal yang (“tersirat”) akan dicapai. Tulisan inipun tersampaikan pada Anda pembaca dengan media simbol huruf dan gambar, yang juga tidak bebas nilai.

            Simbol adalah lambang yang mewakili nilai-nilai tertentu. Meskipun simbol bukanlah nilai itu sendiri, namun simbol sangatlah dibutuhkan untuk kepentingan penghayatan akan nilai-nilai yang diwakilinya. Simbol dapat digunakan untuk keperluan apa saja. Semisal ilmu pengetahuan, kehidupan sosial, juga keagamaan. Bentuk simbol tak hanya berupa benda kasat mata, namun juga melalui gerakan dan ucapan. Simbol juga dijadikan sebagai salah satu infrastruktur bahasa, yang dikenal dengan bahasa simbol. (Wikipedia)

Kesalahan terbesar manusia dalam memahami simbol adalah menganggap bahwa simbol adalah substansi. Sehingga mereka kerap kali terjebak pada pembenaran terhadap semua hal yang hanya bersifat kasat mata sebagai kebenaran hakiki. Jika dikaitkan dengan situasi politik manakala lima tahun sesudah kampanye simbol-simbol itu terbukti sebatas retorika, yang terjadi hanyalah kecewa.

SIMBOL DEKLARASI

Deklarasi JK-Win

Deklarasi JK-Win

Minggu 10 Mei 2009, pasangan capres-cawapres Jusup Kalla – Wiranto (JK-Win) memilih TUGU PROKLAMASI sebagai tempat deklarasi. Pasangan capres+cawapres ini mengambil kesempatan pertama dalam mendeklarasikan diri, seakan ingin membuktikan sebagai yang tercepat dan bertindak tepat. Pada teks deklarasi JK-Win, terdapat alenia yang meng-imitasi naskah Proklamasi Kemerdekaan dengan sedikit penyesuaian. Cara deklarasi mengambil simbol TUGU PROKLAMASI dan naskah Proklamasi “dijadikan” naskah Deklarasi tentu mengandung makna-makna. Figur Proklamator yang dikenal rakyat berani, berpihak kepada wong cilik (Soekarno=marhaenisme), cepat bertindak monumental merubah tatanan terjajah menjadi merdeka, membebaskan dari belenggu kesengsaraan akibat penjajahan, diharapkan memudahkan masyarakat meng-asosiasikan Dwitunggal Soekarno-Hatta dengan Jusup Kalla-Wiranto. JK-Win juga berjanji bertindak cepat dan tepat sebagaimana para proklamator. Melakukan perubahan mendasar-monumental melayani rakyat dalam tata kerja birokrat. Tugu proklamasi adalah simbol pembebasan dan simbol awal perjuangan bangsa mengisi kemerdekaannya. Dengan semangat dari titik awal ini pula JK-Win kembali membangun bangsa ini melepas dari belenggu kemiskinan, keterbelakangan yang diakibatkan “penjajahan” oleh penganut paham yang mempraktikan neo-liberalisme.

Deklarasi SBY-Berbudi

Deklarasi SBY-Berbudi

Pada pidato deklarasi SBY-Berbudi 15 Mei 2009 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, berlangsung dalam suasana lebih Mewah dan meriah. Suasana ‘KEMAPANAN’ ditampilkan dalam gedung yang megah dan pidato SBY. Riwayat-riwayat keberhasilan semasa pemerintahannya, pujian terhadap calon pasangan wapresnya yang disambut berbalas pujian Boediono pada SBY ketika menyampaikan pidato sambutannya, mewarnai retorika deklarasi. Keberhasilan yang disampaikan itu antara lain, stabilitas politik dan keamanan negeri yang lebih baik. Keadilan semakin tegak, korupsi diberantas tanpa pandang bulu, perekonomian yang terus tumbuh, kesejahteraan rakyat yang makin meningkat di bidang pendidikan, kesehatan dan swasembada pangan. Demokrasi semakin berkembang, HAM semakin dilindungi, citra Indonesia di luar negeri makin dihormati dan peran Indonesia di dunia makin luas. “Saya bersama Prof Dr Boediono jika Allah SWT meridhoi dan rakyat memberikan mandat kembali, kami bertekad melanjutkan dan menuntaskan tugas pengabdian sampai 2014. Ujar SBY. Kata ‘LANJUTKAN’ yang senantiasa ditampilkan dalam baliho, yel-yel dan pidato menandakan incumbent tetap mencitrakan dan mempertahankan kemapanan. Simbol-simbol yang demikian bagi rakyat miskin dapat saja ditangkap sebagaimana perilaku para priyayi di masa kolonial. Priyayi adalah golongan masyarakat yang oleh Cliffort Geertz digambarkan sebagai kelompok bangsawan, suatu kelas sosial berdarah biru, dengan tata laku aristrokrat dan mapan, yang jauh dari kepedulian kepada kawula alit.

Mega-Pro

Mega-Pro

Dalam rencana deklarasi pasangan Megawati-Prabowo (Mega-Pro) 24 Mei mendatang, akan bertempat di Bantar Gebang. Bantar Gebang adalah wilayah pusat TPA (Tempat Pembuangan Ahir) sampah dengan ‘image’/persepsi Kumuh, kotor, pemulung, miskin dan terpinggirkan, dan terlupakan. Bantar Gebang menjadi simbol sebagai titik awal pencitraan keberpihakan Mega-Pro kepada wong cilik. Ekonomi kerakyatan yang janji akan di-implementasikan membela wong cilik seakan ditampakkan dalam pilihan tempat deklarasi sebagai simbol. Sekjen. PDIP Pramono Anung bilang dipilihnya tempat itu untuk menunjukkan konsistensi ke dua pemimpin terhadap keberpihakan kepada wong cilik. Benarkah? Mampukah simbol-simbol itu ‘menggerakkan’ dan seberapa besar berpengaruh terhadap simpati rakyat pemilih? Kita akan jelang buktinya di 8 Juli mendatang.

Deklarasi JK-Win selengkapnya di: http://www.youtube.com/watch?v=pZBn2LO7ZAY

Deklarsi SBY-Berbudi selengkapnya di: http://www.youtube.com/watch?v=0TOEsJJL5_s


Responses

  1. boleh juga nih artikelnya
    tpi aku tetep pilih SBY-Berbudi pak
    melihat kinerja SBY di 5 tahun sebelumnya
    kita pantas untuk memilihnya kembali

    SBYPresidenku
    Hho

    Setiap orang / warga negara (yg memenuhi ketentuan hukum) punya hak memilih.
    Kita harus menghormati pilihan orang, meski tidak sejalan.
    Semoga Indonesia memilih JK-Win.

  2. Memang betul sekali simbol hanyalah simbol, ia bukanlah substansi inti dari sebuah fikiran, ide ataupun keyakinan.

    Namun begitu, terkadang simbol diperlukan bagi setiap orang untuk ‘menuntun’ pada sebuah pilihan, terutama bagi mereka yang, maaf, agak sedikit tertinggal dan bagi mereka yang masih bingung akan isi substansi. Memang terkadang menyesatkan, tetapi mungkin ‘hanya’ itulah cara agar orang2 tersebut tidak ‘kehilangan’ haknya….

    Mas Yari NK,
    Thanks for your wisely comment.
    Benar mas, setuju…..

  3. berpihaklah kepada Rakyat, maka pilih JK-Win. Pasar rakyat lebih enjoy dari pada pasar modal.

    Betul Pa Tuan Besar,

    Betul pertama, pemimpin harus berpihak kepada rakyat.
    Betul kedua,yang dimaksud rakyat adalah semua warga negara RI.
    Betul ketiga, pemimpin mengambil keputusan mesti berkepihakan pada rakyat yang perlu dibantu (miskin, terlantar, jelata, marhaen, termarginalkan, petani, nelayan, buruh yang hidupnya masih susah) bukan berpihak pada rakyat yang kaya (sudah mampu) meskipun mereka juga rakyat.

  4. Bagus Mas,aku suka kartunnya Palestine.
    Jadi tanggal 8 juli mo pilih sapa?

    Pilihanku jatuh kepada pasangan yang belum pernah menjabat presiden.

  5. Saya kemungkinan memilih SBY. saya terinspirasi oleh George W Bush yang dipilih rakyatnya dua kali. Walaupun rakyatnya tau kalau beliau ini “aneh”, tapi rakyatnya ingin beliau melanjutkan sistem yang kemarin. Karena perubahan besar dari akarnya agak sdikit sulit untuk diubah. Dan kemungkinan SBY masih mnjadi presiden karena kelanjutan perencanaan pemerintahannya kmarin. Suara SBY tajam. Namun menurut saya pemikirannya kurang tajam.

    Mr…….owedyong,
    Bagus ! Itu pilihan dan sepenuhnya hak politik individu warga negara.
    Jika penulis berbeda pilihan itu juga pilihan yang sama didapatkan dari posisi sebagai warga negara.
    Selamat berdemokrasi, bersiaplah untuk kalah dan menang sama setara.
    Salam


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: