Posted by: awidyarso65 | 28 October 2008

Tentang Pernikahan dini (sampaikan pendapat Anda melalui polling)

Silahkan anda membaca sejenak petikan berita dari harian Meteor di bawah ini, kemudian berikan pandangan anda tentang topik di atas pada polling di bawah tulisan.

Petikan berita (copy) dari harian Meteor

          Ada saja kejutan datang dari seorang tokoh dan pengusaha kaya raya Kabupaten Semarang, Syeh Puji. Setelah sukses membagikan zakat hingga Rp 1,3 milliar lebaran lalu, kini kyai nyentrik itu menikahi seorang gadis belia umur 11 tahun. Lebih sensasional lagi, setelah dinikahi, istri keduanya itu diamanahi menjadi General Manager (GM) perusahaanya yang beromset Rp 110 milliar.

Syech Puji dengan istri mudanya

Syech Puji dengan istri mudanya

          Itulah Syeh Puji. Pengasuh Ponpes Miftahul Jannah yang punya nama lengkap Syech DR HM Pujiono Cahyo Widianto itu memang bisa berbuat segalanya. Selain seorang kyai, dia sekaligus pengusaha hebat. Kemarin pengusaha asal Desa Bedono, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang itu melantik istri barunya yang masih berusia 11 tahun sebagai General Manajer perusahaan yang dipimpinnya, PT Sinar Lendoh Terang (Silenter). Istri keduanya yang masih imut-imut itu bernama Lutfiana Ulfa, putri dari pasangan Suroso (35) dan Siti Hurairah (33), warga Randu Gunting, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.
          Dengan demikian, berarti bocah yang tahun ini baru lulus SDN I Randu Gunting, Bergas tersebut akan berkuasa penuh serta memegang kendali laju perusahaan yang bergerak di bidang eksportir kuningan, kaligrafi, serta buku tentang agama dan Al Quran itu. “Jadi semua laju perusahaan yang menjalankan dia. Dan ini merupakan satu-satunya GM termuda di Indonesia. Bahkan mungkin bisa dikatakan di dunia. Dengan omset yang dikelolanya sebesar Rp 100 miliar,” ucap Syech Puji, panggilan akrabnya.
          Menurut pemilik ponpes Mifthul Jannah Pujiono CW, dirinya menobatkan istri keduanya tersebut yang nota bene masih awam di dunia bisnis itu, lantaran usia muda lebih gampang untuk dibentuk dan diarahkan. Selain itu, karena istri pertamanya, Umi Hanni, yang kini masih setia mendampinginya jauh hari menyatakan tidak sanggup untuk menjalankan kendali perusahaannya. Sebagai pilihannya, dia ingin hanya mengurus Ponpes dan Yayasan Miftahul Jannah saja.
          “Karena itu pilihan saya pada dia (istri keduanya, red). Selain dia memang menyatakan sanggup, juga atas izin dari istri pertama saya. Bahkan yang mencarikan istri kedua itu adalah istri pertama saya, apa nggak hebat dia,” ujar Syech Puji atas istri pertamanya yang hafidhoh (hapal Al Qur’an, red) itu.
Syech Puji mengakui kebesaran dan kesuksesan perusahaannya itu, dilaluinya dengan tirakat ritual yang dilakukanya selama 18 bulan. Tepatnya pada 1991, ketika Syeh Puji mendirikan perusahaannya yang diberi nama PT Silenter.
          “Karena saya ingin sukses dalam usaha saya, saya melakukan wirid dengan membaca salawat Nariyah selama 18 bulan mulai jam 12 malam hingga pagi tidak pernah tidur,” tandasnya sambil menambahkan tirakat tersebut didapat atas bimbingan Mbah Mad dari Ponpes Watucongol, Muntilan, Magelang.
          Selama tirakat dia memohon lewat doa, wirid dan baca salawat. Juga diimbangi dengan kerja keras dan banyak-banyak sodaqoh. Dia juga mengatakan kalau dalam awal-awal mendirikan perusahaanya itu, selalu menjalankan puasa nglempus yakni tidak makan-minum dan tidur selama beberapa hari. Hal itu tergantung niat awalnya.
          “Kalau untuk kesuksesan sesuatu, bisa hingga 3 atau 7 hari, bahkan 11 hari berturut-turut saya lakukan puasa tidak makan-tidak minum dan tidur untuk tujuan tertentu,” tambahnya.
Selain Salawat Nariyah, kata Syeh Puji, ada bacaan atau wirid yang harus diamalkan untuk mencapai kesuksesan seperti yang dialaminya sekarang ini. Meski untuk itu, sepertinya dia merahasiakan mengungkapkannya. “Itu cukup berat. Karena istri pertama saya tidak sanggup, maka saya cari yang muda usianya untuk menjalankan seperti yang saya jalankan dulu hingga saat ini,” ucap perai penghargaan sebagai Bapak Pendidikan Kabupaten Semarang 2006 dari Pemkab setempat itu.
          Bersamaan dengan beranjaknya usianya yang 43 tahun itu, serta dengan dalih penerus untuk imperium bisnisnya yang menurutnya miliki dana cadangan ratusan miliar tersebut. Maka tidak heran kalau Syech Puji ingin menyelamatkan kerajaan bisnisnya itu dengan mencari penerusnya sekalian orang kepercayaan untuk memegang perusahaanya. “Karena itu, saya mencari pendamping atau istri lagi untuk saya jadikan GM di perusahaan saya atas seizin istri pertama saya,” tegasnya. Syech mengaku menikahi istri keduanya itu pada tanggal 8 Agustus tahun ini. Dan istri keduanya itu sebelumnya telah dicari selama satahun dengan kreteria yang ditentukan, diantaranya harus pintar, dewasa dan cerdas. Selama itu Syech disodori oleh para tokoh masyarakat hingga guru tentang calon istrinya. Baru pada usaha yang ke-21 kali, ia menemukan kecocokan dengan Ibu Lutfiana –panggilan istri keduanya– sebagai pendamping barunya. “Ya ini merupakan pemberian Allah, karena tidak satu-dua kali saya mencari dan bisa pas,’’ tambahnya.
          Sementara menurut pengakuan ayah Lutfiana Ulfa, Suroso, yang ditemui kemarin di acara halal bihalal serta pengukuhan GM dan Regional Sales Manajer PT Silenter di Ponpes Miftahul Jannah, bahwa dirinya sekeluarga sebelum anaknya dilamar punya firasat khusus. Saat itu kamar mandinya tiba-tiba dijadikan tempat lebah madu bersarang. Padahal tidak biasanya. Selain itu, anaknya meski masih kecil namun cara bicaranya seperti orang dewasa, bijak dan penuh pengertian. Bahkan suatu kali bilang, dia ingin bercita-cita mengenyam pendidikan tinggi dan akan menghajikan kedua orangtuaya.
“Sewaktu ibunya hamil, saya mimpi di halaman rumah saya kejatuhan bulan,” cerita ayah Lutfiana.

Saksikan juga : http://www.youtube.com/watch?v=3WAeseFS2QY

Silahkan berpartisipasi menuangkan pendapat dan pikiran Anda

di bawah ini, dan terima kasih atas partisipasinya.


Responses

  1. Belum bisa komentar ya….mungkin dalam satu-dua hari ini saya akan memberikan saran atau pendapat…..Begitu pak Guru…

    Untuk memberikan komentar kan harus punya ilmu supaya tidak ASBUN alias ASal BUNyi…

    Hallo Kang Juragan Kasepuhan…..
    Benar sekali atuh…..
    Kapan mau belajar ngebuat Blog-nya ….. ane siapkan waktu aja…. ente siapkan tempat dan waktunya…..and jangan lupa camilannya….
    He….he….he……..
    Ardy

  2. aye…. kagak setuju titik. yang namanya kawinan mesti liat juga umur. uda gedhe apa belon badannya, siap mental kagak kalo ngadepin masalah. kate orang kan di pake selamanya. Dan kagak cume liat duit aje. by the way, kapan pulang semarang. jangan lupe mampir sidoarjo! met natal ya…..

    Salam buat kang Mas Budiyono …………..
    Cintailah dia sepenuh hati seperti yang kau kalimatkan ‘dipake selamanya’ ……
    Selamat Natal juga buat keluarga ….. kapan-kapan tak mampir …. ojo kapok tak ampiri yo …..
    Ardy

  3. Assalamuaikum Wr. Wbr. Subhanallah. Bp. Syech yang belum saya kenal dan saudara saudari umat manusia. Mohon Maaf sebelumnya. Masih banyaknya umat yang menyetarakan antara kedudukan Hukum Agama dalam hal ini Hukum Islam yang sudah ditetapkan oleh ALLAH SWT dengan Hukum yang dibuat oleh Manusia. Hukum ALLAH adalah mutlak dan yang mengecualikan hanya ALLAH melalui Kitabnya dengan perantaraan Rasulnya. untuk pelajaran hidup saya mengambil nikmat sebagian karunia ALLAH adalah sabar. Tatkala manusia melakukan Vonis terhadap manusia lainnya. Seluruh umat manusia diajarkan untuk berfikir terlebih dahulu dan melakukan musyawarah untuk menetapkan sesuatu dan tentunya untuk kebajikan seluruh alam (Karena Islam adalah Rahmatan Lilallamin). Jika dari apa yang saya baca Bapak Syech Pujiono telah melalui tindakan yang sesuai menurut Hukum Islam. Dimana dia telah melihat Aqil Balik seorang muslimah dan telah melakukan musyawarah terlebih dahulu tanpa paksaan dan menetapkan bersama Istrinya yang sah dengan Iklas dan Tawakal. Tindakan Bom bunuh diri adalah Jihad jika dilakukan pada tempat yang benar (perang secara langsung) tapi mudharat (dosa dan tidak disukai ALLAH) jika dilakukan pada tempat yang salah (bukan dalam keadaan perang langsung). Saya yakin tidak akan pernah bersatu Hukum yang Maha Kuasa dengan Hukum yang dibuat oleh Manusia. karena Hukum manusia masih bisa dibelokan sesuai manusia itu sendiri. Contohnya ketika negara komunis ya hukumnya komunis, ketika negara diktator ya hukumnya diktaktor, ketika negara liberal ya hukumnya liberal, dls. Jadi hendaknya manusia berfikir postitif terlebih dahulu sebelum bertindak dan kembalikan semua hukum hanya kepada Hukum yang dibuat oleh Sang Maha Pencipta. Jangan sampai manusia terpecah belah oleh godaan Iblis / Syaitan, baik itu terhadap Islam dan Non Islam, saya hanya mengingatkan itulah musuh utama manusia dimanapun berada, baik Muslim maupun Non Muslim. Assalamualaikum Wr. Wbr.

    Assalamualaikum Mas Edi.
    Wah, senang mendapat tanggapan kritis dari anda, meskipun kita berbeda pendapat.
    Pasti di luar sana, entah di sebelah kita maupun di luar dalam pengertian manca negara maupun out of our mind, ada banyak yang berbeda pendapat dengan kita. Banyak kepala banyak macam ragam pendapat pandangan yang mungkin jauh dari jangkauan pandangan kita. Bahkan ada yang berpandangan Allah atau Tuhan itu ciptaan manusia menurut pandangan beberapa anthropolog yang mempelajari asal muasal agama dan tuhan….. wah keterlaluan ya ….. sangat-sangat berbeda dengan kita. Kita doakan saja semoga mereka insyaf dan mengakui eksistensi Tuhan pencipta mereka he…he…he…
    Salam dari saya,
    Ardy

  4. Ah sudah jelas ini sih pedofil. Enggak perlu bikin dalih macam-macam lah.

    Apa enggak malu tuh sama masyarakat internasional membiarkan predator beginian menggauli anak-anak.

  5. dalam hidup kita mencari yang terbaik…jika itu sudah baik dan terbaik teruskanlah semoga kekal ke anak cucu dan bersama rasul di jannah..amin

    Konflik terjadi sering kali diakibatkan ketika ukuran menilai suatu tindakan itu baik/terbaik berbeda dengan ukuran menilai kelompok lainnya ….. Semoga kedamaian dan harmony selalu dapat kita jaga…..
    Amin.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: