Posted by: awidyarso65 | 2 June 2008

Eksistensi Uji Konsistensi di Akhir Semester

             Sejak berlakunya kurikulum KBK tahun 2004, kemudian berganti kurikulum KTSP-SD-YPJ-KK tahun 2007 hingga kini, pada akhir semester di SD YPJ KK selalu diujikan suatu alat evaluasi yang dinamai UJI KONSISTENSI. Sampai hari ini para pengajar masih berbeda pemikiran dan pendapat dalam persoalan eksistensi Uji Konsistensi dimaksud. Apa batasan dan pemahaman Uji Konsistensi?

            Jika memperhatikan praktek dalam pelaksanaaan Uji konsistensi yang telah berjalan dari tahun 2006, kondisi teknis dan materi pelaksanaan Ujian tersebut sebagai berikut :

  1. Dilaksanakan di akhir semester.
  2. Diujikan serentak (bareng seluruh kelas) secara terjadual. (lihat lampiran di bawah)
  3. Diawasi oleh (pengawas ) wali kelasnya
  4. Dalam 1 hari diujikan 2 mata pelajaran
  5. Materi uji diambil dari beberapa Kompetensi Dasar (disingkat=KD) yang ditentukan sendiri oleh guru (bisa 2-4 KD) sesuai kondisi yang menjadi pertimbangan guru bersangkutan.
  6. Nilai yang diperoleh tidak mempengaruhi kenaikan kelas.
  7. Nilai Uji konsistensi disisipkan ke dalam struktur rapor (fungsinya ?)
  8. Fungsi Uji Konsistensi mengukur konsistensi siswa dalam kompetensi-kompetensi (KD) yang telah disampaikan dan dikuasai dalam KBM.
  9. Tujuannya ? Uji Konsistensi di  YPJ-TPRA (dari sumber seorang guru YPJ-TPRA) digunakan untuk penentuan di kelas mana siswa akan ditempatkan (kelas ”Homogen” dengan ukuran prestasi belajar) di YPJ-KK sampai kini tujuannya masih belum terdefenisikan.

Suasana Uji Konsistensi V-BDitilik dari pemahaman etimologis, Uji Konsistensi saya artikan sebagai bentuk ujian yang mengukur konsistensi siswa dalam memahami/ menguasai (mengintegrasikan ke dalam diri = mendarahdagingkan) materi dari beberapa kompetensi dasar yang sudah siswa kuasai.  Dalam ujian ini kompetensi-kompetensi yang diujikan berasal dari KD-KD yang sudah siswa kuasai (baca=lulus). Apabila pemahaman di atas benar, maka beberapa persoalan muncul. Apa tujuan Uji Konsistensi dalam kaitannya dengan prestasi siswa? Bagaimana eksistensi Uji Konsistensi di dalam praktek KTSP.?  Sebagai apa nilai (poin) Uji konsistensi didudukkan pada rapor?

Dari pelaksanaan uji konsistensi selama ini di YPJ-KK, tujuan dan manfaat uji konsistensi saya pahami sebatas mengukur apakah siswa konsisten menguasai kompetensi yang telah disampaikan guru serta agar di ahir semester siswa tetap konsisten belajar. Tujuan dan manfaat di atas baik, tetapi masih menjadi persoalan dan perlu diteruskan kegunaannya sebagaimana yang telah berlaku di YPJ-TPRA. Mengklasifikasi siswa ke dalam kelas yang homogen (kelas yang dikelompokan berdasarkan prestasi siswa) tentu cukup signifikan manfaatnya.

Di kelas Heterogen akan dijumpai banyak kendala pada proses KBM nya. Jika dikelompokkan berdasarkan prestasi, pada kelas heterogen sekurangnya ada 3 kelompok, yaitu: kelompok siswa pandai, kelompok siswa cukup/sedang, dan kelompok siswa kurang (High, Midle, Low). Design dan praktek mengajar guru di kelas Heterogen saat diimplementasikan muncul persoalan sebagai berikut : 1. Jikalau guru menggunakan pendekatan klasikal untuk kelas ”Midle”, maka siswa kelompok Low tetap tertinggal, dan siswa kelas ”High” segera merasa bosan (karena sudah menguasai) 2. Jikalau guru menggunakan pendekatan klasikal untuk kelas ”High”, maka siswa kelompok Low dan Midle tertinggal dan  kelas Low sama sekali tidak mengerti. 3. Jikalau guru menggunakan pendekatan klasikal untuk kelas ”Low”, maka siswa kelompok High dan Midle boring …. terasa terlalu lamban.

Sekedar sharing pengalaman dan observasi, ketika saya mengajar kelas Homogen, sebelum mengajar di YPJ-KK maupun ketika mengajar pelajaran tambahan sore hari, kecepatan siswa di tiga kategori tersebut jelas berbeda. Guru serta siswa terbantu dengan belajar menggunakan kecepatan belajar masing-masing. Ilustrasi : Di kelas ”High” agar siswa menguasai kompetensi dasar A, saya cukup mengajar 1 X 2 jam, dan siswa mencapai ketuntasan belajar. Untuk mencapai ketuntasan belajar yang sama di kelas ”Midle” guru harus mengajarkan kompetensi yang sama 2 X 2 jam. Sedangkan di kelas ”Low” untuk mencapai kompetensi A tersebut, guru harus sabar dan menggunakan cara sederhana serta mengulang-ulang materi dengan pemakaian waktu 3 X 3 jam !!!

Berdasarkan pengalaman dan observasi di atas kita memperoleh gambaran perlunya menerapkan strategi membuat kelas menjadi kelas Homogen. Kelas semacam ini sangat  membantu guru dalam mengajar dan menerapkan cara pendekatan yang tepat kepada para peserta didiknya dalam KBM. Juga sangat membantu para siswa belajar dengan kecepatan yang disesuaikan dengan kemampuannya.

Bagaimana eksistensi Uji Konsistensi dalam praktek KTSP?

Jika siswa telah dinyatakan kompeten, artinya melalui KBM dan assessment siswa telah menguasai KD tertentu, maka dia dinyatakan kompeten. Setelah dinyatakan kompeten! perlukah diuji kembali kompetensi itu untuk dilihat  konsisten tidaknya kompetensi dikuasai siswa? Jika perlu, mengapa ? atau untuk apa? Bukankah kita mengalami bahwa ketika kita masuk bekerja di YPJ diuji SHL dan lulus lalu diterima bekerja ….. kemudian setelah 3 tahun atau lebih jika kembali diuji SHL yang sama belum tentu lulus? Dari fakta ini saya berpendapat keberlangsungan Kompeten dimaksud adalah ketika lulus uji. Sekian lama waktu sesudahnya tentu berubah. Pada manusia semakin tua, daya ingatnya semakin berkurang. Kondisi semacam itu sangat natural.

Berikutnya, sebagai apa nilai (poin) uji konsistensi didudukkan pada rapor? Melihat apakah siswa konsisten? Lalu untuk apa dilisting di rapor jika tidak mempengaruhi/menentukan kenaikan/keberhasilan siswa? ………. Jawabnya ada pada sikap anda semua.

 

jadual-uji-konsistensi-2008            


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: