Allianz

Allianz F 1

 

 

Silahkan menghubungi alamat di bawah ini

Untuk pelayanan Asuransi Anda

 

A. ARDY WIDYARSO

E-mail :

ardywidyarso@gmail.com

ardywidyarso@yahoo.com

Web blog :

http://www.awidyarso.co.cc

www.awidyarso.co.cc

 

 AAJI  Licence Number : 11082017

 

Hunting :

 

Hp. 085244860345

 

Industri asuransi Indonesia Kokoh di segala situasi

Saat krisis finansial memuncak bulan ini, bursa saham dunia anjlok dan beberapa lembaga keuangan global bangkrut, industri keuangan Indonesia tak steril dari goncangan. Lalu muncul pertanyaan, apakah industri asuransi di Indonesia baik-baik saja?

Jawabnya: Ya. Industri asuransi tidak pernah menganggap enteng krisis, tetapi tak panik menghadapi situasi paling buruk sekalipun. Karena hal itulah, perusahaan-perusahaan asuransi di Tanah Air, tahan goncangan, bahkan dalam situasi terburuk seperti krisis moneter 1998.

Mengutip penuturan Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK Isa Rachmatarwata, gonjang-ganjing di pasar modal dalam beberapa waktu terakhir tidak berdampak signifikan pada penurunan risk based capital (RBC) karena portofolio investasi di saham terhitung rendah hanya 5%-7%. RBC adalah indikator paling penting dalam mengukur solvabilitas perusahaan asuransi.

“Kami belum melihat penurunan yang luar biasa. Saat ini penempatan investasi utama asuransi jiwa di saham tidak terlalu besar, dampaknya pada RBC belum terlalu signifikan, tapi beberapa memang mengalami penurunan,” ujar Isa.

Dengan RBC yang masih kokoh, berarti kemampuan asuransi untuk menjamin polis juga tinggi. Jadi, bagi para pemegang polis, baik untuk asuransi kerugian maupun jiwa, tak perlu risau krisis keuangan global akan berimbas buruk bagi investasi masa depan mereka.

Tentu saja kewaspadaan perlu tetap dipelihara. Alangkah baiknya, bila para pemegang polis terus memantau perkembangan informasi dan tak segan-segan meminta penjelasan untuk mendapatkan akurasi data dari investasi yang telah mereka tanamkan maupun proteksi yang telah dipercayakan pada perusahaan asuransi.

Bagaimana untuk investasi perusahaan asuransi di surat utang negara (SUN) yang menurun nilainya? Menurut Isa, asuransi cukup terproteksi aturan yang memungkinkan perusahaan asuransi membukukan SUN sebagai surat berharga yang dimiliki hingga jatuh tempo. ”Karena itu sebetulnya valuasi di perasuransian lebih stabil.” Dengan keadaan seperti ini maka muncul titik terang bagi para pemegang polis asuransi untuk tidak perlu panik dalam menghadapi situasi. Tentu saja, perusahaan-perusahaan asuransi juga tidak tinggal diam dalam mengantisipasi risiko-risiko investasi.

Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah perlunya pemahaman para pemegang polis bahwa berasuransi itu harus berhorison jangka panjang.

Kejadian-kejadian yang bersifat sesaat, bila disikapi gegabah, misalnya, dengan menarik dana, sama saja merealisasikan kerugian. Tentu sangat naif untuk mengatakan riak-riak krisis tak akan sampai ke perekonomian Indonesia. Buktinya, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia sempat ditutup tiga hari dan bank mulai kesulitan mencari sumber likuiditas.

Namun, pemerintah juga telah bahumembahu meminimalisasi dampak dengan berbagai regulasi untuk memperkuat kepercayaan pasar. Dalam kondisi krisis, koordinasi semua pihak memang mutlak diperlukan. Hasilnya, begitu dibuka Senin pekan lalu, bursa saham Indonesia kembali bergerak positif. Masyarakat juga tidak panik sehingga tidak mengambil langkah- langah yang justru memperkeruh situasi dengan menarik dana di bank, maupun mencairkan polis asuransi mereka secara tiba-tiba.

Sepanjang pekan lalu Indeks Harga Saham Gabungan secara perlahan naik. Keputusan pemerintah untuk menaikkan nilai penjaminan 20 kalilipat menjadi Rp2 miliar juga sangat positif bagi industri asuransi. Langkah ini berarti memperkecil risiko investasi perusahaan asuransi pada deposito. Mengapa perkembangan pasar finansial begitu penting diperhatikan dalam industri asuransi?

Ini tak lepas produk asuransi telah berkembang sedemikian rupa, terutama untuk asuransi jiwa. Asuransi menghasilkan sintesa antara proteksi sekaligus investasi. Selanjutnya kita mengenal apa yang disebut dengan unit-linked, sebuah layanan proteksi yang dipadu dengan investasi dengan underlying aset tertentu seperti saham, pasar uang, obligasi, hingga produk perbankan seperti deposito. Mengetahui lebih dekat perkembangan pasar finansial tentu akan sangat berguna bagi industri ini untuk terus eksis. Pada saat yang sama, hal ini akan mendorong para pemegang polis untuk makin mengenali risiko. Dalam investasi dikenal istilah high risk high return, makin tinggi risiko makin tinggi juga potensi imbal hasil yang bisa diraih.

Tentu, hal ini telah disadari sepenuhnya. Bagi industri asuransi, perkembangan mutakhir ini telah memberikan harapan untuk menatap masa depan yang lebih baik. Terlebih jika melihat kesadaran masyarakat Indonesia untuk memproteksi jiwa maupun aset-aset fisik mereka terus bertumbuh seiring waktu. Bila merunut data, kini sedikitnya 7 juta penduduk memiliki polis asuransi jiwa. Pada saat yang sama, perusahaan asuransi juga makin kreatif menciptakan produk sesuai kebutuhan nasabah. Perusahaan asuransi dan pemegang polis, kini telah bersimbiosis sedemikian rupa dan menjalin ikatan yang saling menguntungkan dalam segala situasi.

 

Ranking Asuransi TERBESAR dunia

DAFTAR PERUSAHAAN  ASUransi TERBESAR dunia

Terdapat beberapa perusahaan asuransi dunia yang mengembangkan bisnisnya di Indonesia.  Perusahaan asuransi tersebut masuk dalam listing 500 perusahaan terbesar dunia oleh majalah FORTUNE.  Maaf, belum satu pun perusahaan Indonesia masuk dalam daftar tersebut.  Karena itu, dapat dibayangkan seberapa besar dan kokohnya perusahaan asuransi tersebut yang kedepan memberikan rasa aman pada customer.

Dari seluruh perusahaan asuransi dunia yang ada di Indonesia tersebut, Allianz merupakan perusahaan asuransi dengan asset terbesar dunia.  Dalam tabel ini diurutkan asset terbesar no 1 s/d no 11 adalah perusahaan NON Asuransi,  Selanjutnya urutan asset no 11 dan seterusnya adalah perusahaan asuransi patungan ternama yang kini ada di Indonesia.

Company

Country

Asset 2006

Revenues 2006

Profit 2006

$ mil

Rank

$ mil

Rank

$ mil

Rank

UBS 

Switzerland

1.963.245,8

1

107.834,8

27

 9.776,6

29 

BARCLAYS

Britain

1.950.861,7

2

65.609,1

83

 8.410,0

40 

BNP  PARIBAS

France

1.899.308,3

3

109.213,6

25

 9.169,0

34 

CITI  GROUP

U.S.A

1.884.318,0

4

146.777,0

14

 21.538,0

 5

HSBC

Britain

1.860.758,0

5

115.361,0

22

 15.789,0

11 

CREDIT AGRICOLE

France

1.820.615,2

6

128.481,3

18

 8.975,8

 36

ROYAL BANK

Britain

1.705.523,1

7

80.983,0

54

 11.762,2

22 

ING GROUP

Netherlands

1.617.069,7

8

158.274,3

13

 9.650,8

30 

MITSUBHISHI UFJ

Japan

1.586.101,7

9

52.101

118

 7.532,2

44 

DEUTSCHE BANK

Germany

1.485.103,2

10

96.151,5

35

 7.510,3

 45

BANK OF AMERICA

U.S.A

1.459.737,0

11

117.017,0

21

21.133,0 

   ALLIANZ

GERMANY

1.388.836,5

12

125.346,0

19

8.808,9

37

  AIG

U.S.A

979.414,0

23

113.194,0

23

14.048,0

16

  AXA

FRANCE

959.390,4

25

139.738,1

15

6.379,9

60

  PRUDENTIAL

BRITAIN

423.762,1

57

66.133,5

79

1.608,0

261

  MANULIFE

CANADA

308.587,0

70

30.136,9

219

3.499,0

149

  SUNLIFE

U.S.A

162.084,9

111

21.405,4

333

1.883,4

235

 

Allianz Group – Third quarter 2008 result

Pada situasi keuangan saat ini, laporan kerugian bermilyar-milyar atau rencana penutupan suatu bank menjadi informasi yang paling dicari oleh para pembaca koran. Banyak informasi yang disampaikan sangat mengejutkan dan menimbulkan banyak pertanyaan tentang industri.

Hal ini sekali lagi perlu digaris bawahi betapa pentingnya solvabilitas dan kekokohan perusahaan asuransi. Allianz telah berada di bisnis dengan beberapa kali menghadapi beragam badai selama lebih dari 100 tahun sehingga Anda sebaiknya tahu, bahwa Anda selalu bisa mengandalkan kami karena

Allianz Group mempertahankan kekuatan finansial dan penghasilannya di kuartal ketiga 2008, meskipun gejolak di pasar modal dan kondisi ekonomi yang sulit telah membawa dampak yang parah bagi bisnis di industri jasa keuangan secara keseluruhan. Pendapatan total sedikit menurun sebesar 3,8% menjadi 21,1 milyar euro, dibandingkan 21,9 milyar euro di kuartal 3 tahun 2007. Laba operasional menurun menjadi 1,6 milyar euro, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 2,6 milyar euro. Penghasilan bersih kuartalan dari bisnis yang dijalankan berjumlah 545 juta euro, dibandingkan 2 milyar euro di kuartal 3 tahun 2007. Selama sembilan bulan di tahun 2008, Allianz Group mencapai laba operasional 6,5 milyar euro, dibandingkan 7,7 milyar euro periode yang sama 2007. Pendapatan bersih dari bisnis yang dijalankan mencapai 4,2 milyar euro, dibandingkan 6,1 milyar euro dalam periode sama tahun lalu.

Kondisi pasar modal yang sulit selama kuartal ketiga telah memberikan dampak negatif pada pendapatan dan laba operasional bisnis asuransi jiwa dan manajemen aset. Namun demikian, segmen terbesar Allianz Group, bisnis asuransi umum terbukti tahan terhadap guncangan.

Penjualan Dresdner Bank akan dilaporkan sebagai “bisnis yang tidak lagi dijalankan” sejak 1 September 2008. Hal ini mencatatkan kerugian bersih sebesar 2,6 milyar euro di kuartal 3, terdiri dari kerugian bersih dari operasional bank sebesar 1,2 milyar euro dan juga kerugian akibat transaksi berdasarkan IFRS 5 sebesar 1,4 milyar euro. Nilai kerugian bersih Allianz untuk kuartal ketiga sebesar 2,0 milyar euro, dibandingkan dengan penghasilan bersih sebesar 1,9 milyar euro di kuartal 3, 2007.

Dengan modal pemegang saham sebesar 37,5 milyar euro, dasar permodalan Allianz Group tetap berada di tingkat tinggi. Hal ini juga terlihat dari rasio solvabilitas sebesar 157%2, setelah pencatatan akrual dividen sebesar 1,6 milyar euro.

“Meskipun menghadapi ketidakstabilan pasar keuangan, kami berhasil mempertahankan permodalan dan posisi solvabilitas yang kuat. Allianz akan bertindak dengan hati-hati dan berinvestasi dengan cara yang konservatif untuk kepentingan nasabah, karyawan dan pemegang saham. Penjualan Dresdner bank sesuai dengan rencana,” dikatakan Helmut Perlet, CFO Allianz SE.
Bisnis Asuransi Umum memberikan kinerja yang solid di kuartal ketiga. Premi bruto (Gross Premiums) mencapai 10,8 milyar euro, dibandingkan dengan 10,7 milyar euro di kuartal ketiga 2007. Setelah disesuaikan dengan nilai tukar dan efek-efek konsolidasi, pendapatan telah tumbuh sebesar 7,8%.

Laba operasional di kuartal ketiga menurun menjadi 1,2 milyar euro dari 1,5 milyar euro di tahun lalu. Penurunan ini secara garis besar terjadi karena dua faktor. Bisnis asuransi kredit mengalami pembayaran tertunda karena para supplier mengalami kesulitan likuiditas. Sebagai tambahan, bisnis pertanian Amerika Serikat (AS) mengalami kerugian menyusul anjloknya harga-harga komoditas di akhir September.

Rasio biaya (expense ratio) menurun dari 27,6% di kuartal ketiga 2007 menjadi 26,2% sedangkan rasio gabungan (combined ratio) mencapai 96,2%, dibandingkan dengan 94,1% untuk periode yang sama di 2007.

“Bisnis asuransi umum kami tetap sangat kokoh, bahkan dalam situasi seperti saat ini. Kita berada dalam keadaan yang baik karena kita terus mempertahankan profitabilitas diatas pertumbuhan volume,” ujar Helmut Perlet.

Total pendapatan premi Bisnis Asuransi Jiwa & Kesehatan menurun menjadi 9.4 milyar euro di kuartal ketiga, dibanding dengan 10,2. milyar euro di kuartal ketiga 2007. Kondisi pasar uang secara negatif berdampak pada penjualan produk unit-link, turun 1.3 milyar euro, sementara bisnis asuransi jiwa tradisional meningkat 10 persen atau sebesar 400 juta euro. Terutama di Jerman, Swiss, dan Perancis mengalami pertumbuhan pada bisni s tradisional mereka.

Pasar keuangan yang buruk berdampak pada hasil operasional investasi akibat penurunan nilai sebesar 1,6 milyar euro dan sekitar 500 juta euro dibawah keuntungan yang direalisasikan dibanding kuartal ketiga 2007. Keuntungan operasional pada kuartal ketiga 2008 menurun menjadi 218 juta euro dari 873 juta euro kuartal yang sama tahun lalu.

Perbankan Allianz, yang sekarang terdiri dari Oldenburgische Landesbank (OLB) dan satu juta nasabah perbankan yang diperolah Allianz melalui agennya di Jerman dan juga perbankan Allianz di Itali, Perancis, dan Eropa baru, meraih pendapatan operasional sebesar 123 juta euro pada kuartal ketiga 2008. Kerugian operasional pada kuartal ketiga sebesar 17 juta euro, dibandingkan dengan kerugian operasional sebesar 14 juta euro pada periode yang sama 2007.

 

Ardy.Widyarso@allianzlife.co.id

Tanggapan

  1. I think Allianz Agency memberikan jaminan masa depan yang lebih baik. friends thanks untuk semua infonya. You are the best. Maju terus GBU!
    (You remmember me?)

  2. Salam kenal pak Ardy, apakah betul putera anda sekolah di SMA PL Don Bosko? Setahu saya di SMA tidak ada kelas 7 (VII) tetapi dimulai dari kelas 10 (X). Nuwun.

    Sorry Mas Nugroho,
    Kelas X-B ! Terima kasih ralatnya. Saya teringat anak saya yang satunya di SMP-MG Semarang.
    Tolong ya Mas sampaikan salam saya ke Wali Kelasnya (Guru Biologi)
    Terus kembangkan web SMA PL Don Bosko-nya.
    Terima kasih.

  3. piye nda kok natal nggak pulang payung mas salam tuk semua teman disini dari widi hartoyo bendungan G45 semarang.

    Nda, aku balik tapi mung 10 dhino, seko tanggal 20 Desember 2008 baline tanggal 31 Desember 2008 sak kaluwargo, dholan nang Papua, malam tahun baru ning dhalan…… salam yo ….. buat semua warga Payung Mas……

  4. sore nama gw albert
    gwe kerja di salah satu member stock exchange
    kira2 gwe bisa gak jadi salah satu agen lu
    untuk gwe aja asuransi
    tapi untuk komisinya gw gak perlu uang atau apa
    cuman hanya bisa membawakan saya nasabah investor yg mo investasi di saham2 lokal min deposit hanya 10 aja ko..kabari saya di no 02199949468
    Thx

    Mas Albert,
    Bila anda tertarik dengan Allianz, silahkan langsung bergabung di Sumitmas di Jakarta tempat anda berdomisili. Kunjungi saja http://www.allianzlife.co.id Saya kini bekerja di Papua yang menyulitkan koordinasi karena jarak dengan Jakarta.
    Terima kasih atas tawaran anda.
    Salam,
    Ardy

  5. Bentar ya pak. Nanti kalau udah longgar ikutan. Salam dari kota dingin penuh kenangan.


Beri tanggapan

Your response: