Indonesia masuk ke zaman sejarah pada kurang lebih abad ke 4 masehi, setelah pasuknya pengaruh India (Hindu-Budha). Masuknya wilayah nusantara ke zaman sejarah ditandai dengan tulisan PALAWA yang terpatri pada Yupa (prasasti) Kutai. Para ahli tulisan kuno (ikonografi) memperkirakan tulisan Palawa yang dipahatkan di Yupa Kutai itu telah ada sejak abad-abad tersebut.
Sebagai bahasa tulis, tulisan-tulisan bukti sejarah masa lampau itu sangatlah penting dikarenakan dengan tulisan, penulisnya dapat mencatat berbagai peristiwa yang terjadi pada masanya, sehingga dapat menyebarkan serta mewariskan berbagai macam tradisi, nilai, kepercayaan, dan budayanya kepada masyarakat disekitarnya maupun generasi penerus.
Pewarisan budaya dengan referensi-referensi bahasa tulis menjadi penting sebab dengan bahasa ucap langsung, tentu otentisitas budaya yang diwariskan dari generasi-kegenerasi akan mengalami perubahan. Bukti-bukti tertulis yang ditinggalkan dapat dibaca dan dipelajari oleh generasi selanjutnya. Pun generasi berikutnya mendapat fakta kehidupan generasi terdahulu yang asli/otentik agar menjadi kekayaan dan memperkuat jati diri masyarakat dimasa kekinian.
Ada berbagai bentuk dan cara para leluhur kita dimasa lalu dalam meninggalkan jejak rekaman kehidupan masa lalunya. Berbagai bentuk itu antara lain berupa pemakaian sarana tulis, Yupa, Prasasti, Kitab/Keropak (dokumen) yang dipahatkan/dituliskan pada batu, logam, kropak/daun lontar dll. Selain sarana tulis, bahasa tulis yang dipakai dimasa klasik Indonesia itu dipakai dalam kerangka kehidupan politik, budaya dan agama. Acapkali prasasti dipakai untuk peristiwa-peristiwa berkenaan dengan politik, sumpah atau kutukan (contoh: Prasasti Telaga Batu yang dikeluarkan Sriwijaya), sedangkan kitab banyak dipakai untuk keagamaan, kesusastraan serta hukum.
Yang dimaksud dengan masa klasik pada periodesasi sejarah Indonesia adalah masa berkembangnya pengaruh Hindu-Budha di Nusantara yang berasal dari India, masuk sekitar abad ke 4 sampai akhir periode kekuasaan Majapahit abad ke 15 masehi. Bahasa tulis pada periode tersebut mengalami perubahan dan perkembangan. Prasasti, kitab dan sarana tulis ketika itu ditulisi dengan hurup Palawa, Prenegari, Melayu Kuno, Jawa Kuno. Bahasa yang dipakai juga berlainan dari masa kemasa. Bahasa yang dipakai pada masa Kutai di Kalimantan Timur, beda dengan yang dipakai di Sumatra Barat pada periode yang kemudian sebagaimana yang dipakai pada prasasti Adityawarman di Pagaruyung. Juga berbeda dengan bahasa yang dipakai Pu Prapanca dalam menulis Negarakertagama.
Berikut beberapa rekam jejak bahasa tulis yang ditinggalkan para leluhur bangsa kita yang pernah berjaya dimasa klasik, yang banyak menjadi rujukan sebagai sumber primer dalam penelitian sejarah masa klasik itu.
YUPA
Yupa adalah tiang batu yang dibangun untuk pengikat hewan kurban. Pada Yupa Kutai didapati guratan tuliisan Palawa dengan memakai bahasa Sansekerta, menjelaskan tentang suatu peristiwa penting yang pernah terjadi. Ada yang menyebut/menyamakan Yupa dengan Prasasti, ada pula yang menyebut Yupa saja, dan membedakannya dengan Prasasti. Perbedaan Yupa Kutai dengan Prasasti Tarumanegara dan prasasti dari kerajaan Hindu-Budha lainnya terletak pada fungsi. Yupa Kutai difungsikan sebagai tiang batu tempat mengikat hewan kurban.
Salah satu isi Yupa Kutai : (terjemahan bebas) Sang maharaja KUNDUNGA mempunyai anak bernama ASWAWARMAN. Sang Aswawarman mempunyai 3 orang putera, dan yang paling gagah serta terkenal bernama MULAWARMAN. Mulawarman pernah mempersembahkan 20.000 ekor sapi/lembu kepada kaum Brahmana di lapangan suci WAPRAKECWARA.
PRASASTI
Wikipedia mengartikan Prasasti adalah piagam atau dokumen yang ditulis pada bahan keras dan tahan lama. Penemuan prasasti pada sejumlah situs arkeologi, menandai akhir zaman prasejarah, yakni babakan dalam sejarah kuno Indonesia yang masyarakatnya belum mengenal tulisan, menuju zaman sejarah, dimana masyarakatnya sudah mengenal tulisan. Ilmu yang mempelajari prasasi disebut Epigrafi.
Kata prasasti berasal dari bahasa Sansekerta. Secara leksikal berarti “pujian”. Namun dalam perkembangannya dianggap sebagai “piagam, maklumat, surat keputusan, undang-undang atau tulisan”. Di kalangan ilmuwan, prasasti disebut inskripsi, sementara dikalangan orang awam disebut batu bertulis atau batu bersurat. Contoh-contoh prasasti diantaranya adalah sbb:
A. Prasasti Tarumanegara
Prasasti Tarumanegara memakai tulisan Pallawa dan berbahasa Sansekerta.
Diantaranya: Prasasti Ciaruteun (terdapat pahatan telapak kaki raja Purnawarman dan tulisan), Prasasti Kebon Kopi (berisi pahatan telapak kaki gajah milik raja Purnawarman dan tulisan), Prasasti Jambu (pujian terhadap Purnawarman), Prasasti Pasir Awi (memuat syair pujian terhadap Raja Purnawarman), Prasasti Tugu (berita tentang penggalian saluran Sungai Gomati), serta Prasasti Muara Cianten, Prasasti Cidang Hiang.
B. Prasasti Sriwijaya
Prasasti keluaran Sriwijaya banyak memakai tulisan Pallawa dan berbahasa Melayu Kuno. Contohnya: Prasasti Kedukan Bukit (berisi tentang usaha Dapunta Hyang Sri Jayanaga menaklukkan beberapa daerah), Prasasti Talang tuo (perintah Dapunta Hyang Sri Jayanaga untuk kemakmuran semua makhluk), Prasasti Telaga Batu (berisi sumpah dan kutukan kepada siapa saja yang tidak setia pada raja), Prasasti Kota Kapur (berisi permohonan kepada dewa untuk menjaga Sriwijaya dan menghukum para penghianat Sriwijaya).
C. Prasasti Mataram Kuno (Sanjaya Wamca)
Prasasti periode Mataram Kuno diantaranya prasasti Canggal (654 Saka/732 M), menggunakan bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa, isi prasasti mengenai pendirian sebuah lingga atas perintah Raja Sanjaya di atas bukit Kunjarakunja. Prasasti Matyasih (prasasti Kedu) (829 Saka/907 M), berisi tentang raja-raja yang memerintah sebelum Dyah Balitung. Prasasti Ritihang, berbahasa Jawa Kuno ditulis dengan huruf Pallawa berangka tahun 863 Saka/ 914 M.
D. Prasasti Syailendra
Pada masa kekuasaan Dinasty Syailendra berkuasa di Jawa Tengah dikeluarkan Prasasti Kalasan, berangka tahun 700 Saka (778 M), berbahasa Sansekerta, dan ditulis dengan huruf Pra-Nagari. Prasasti Kelurak (dekat Prambanan), berangka tahun 704 Saka (782 M), ditulis dengan bahasa Sansekerta dan huruf Pra-Nagari. Isi prasasti mengenai pembuatan arca Manjusri.
KITAB
Kitab atau buku merupakan karya sastra para pujangga pada masa lampau yang dapat dijadikan sumber acuan/petunjuk untuk mengungkap suatu peristiwa di masa kitab tersebut disusun. Para pujangga biasanya menulis atas perintah raja. Itulah sebabnya isi tulisannya banyak menulis keagungan dan kebesaran raja yang bersangkutan sehingga bersifat istana sentris. Diantara kitab-kitab yang terkenal pada masa kerajaan Hindu-Budha:
Kitab terbitan masa Kediri
Arjunawiwaha
Kitab ini karya Mpu Kanwa dirilis tahun 1030 M, masa pemerintahan Airlangga. Isinya meriwayatkan Arjuna yang bertapa untuk mendapatkan senjata guna keperluan perang melawan Kurawa. Arjuna pada kitab ini dipahami sebagai personifikasi Airlangga.
Kresnayana
Buah karya Mpu Triguna yang memuat riwayat Kresna semasa kecil. Cerita yang mirip dengan Kresnayana adalah cerita dalam kitab Hariwangsa karya Mpu Panuluh, yang digubah pada zaman Raja Jayabaya, dan berisi kisah perkawinan Kresna dengan Dewi Rukhimi.
Smaradahana
Karya Mpu Dharmaja digubah pada masa Sri Kameswara. Mengisahkan hilangnya suami istri Dewa Kama dan Dewi Ratih karena (dibakar) api amarah yang keluar dari trinetra Dewa Syiwa.
Baratayudha
Maha karya dari Mpu Sedah dan Mpu Panuluh. Isinya tentang perang saudara 18 hari antara keluarga Pandawa dan Kurawa. Kitab ini menurut banyak ahli sejarah sebenarnya gambaran Kediri semasa perang saudara Pangjalu dan Daha yang rebutan kekuasaan antara kakak-adik yang terdapat pada prasasti Ngantang.
Gatotkacasraya
Karangan Mpu Panuluh, menceritakan perkawinan Abimanyu, putra Arjuna, dengan Siti Sundhari atas bantuan Gatotkaca, putra Bima. Ditulis pada zaman Raja Jayabaya.
Jangka Jayabhaya
Kitab ramalan Raja Jayabhaya yang diyakini ditulis sang raja, berisi tentang ramalan, ramalan masa depan Indonesia (wilayah nusantara)
Terbitan masa Singasari-Majapahit
Pararaton
Pararaton juga dikenal dengan Katuturanira Ken Arok, atau Kisak tentang Ken Arok. Menilik isinya diperkirakan periode penyusunan Pararaton terjadi di dua masa rezim,yaitu masa Singasari dan masa Majapahit. Pengarangnya sampai sekarang belum diketahui. Isinya terdiri dari dua bagian. Bagian pertama berisi riwayat Ken Arok sampai raja-raja Sigasari. Bagian kedua mengisahkan Kerajaan Majapahit mulai dari Raden Wijaya, Jayanegara, pemberontakan Ronggolawe dan Sora, Perang Bubad, dan daftar raja sesudah Hayam Wuruk. Pemakaian kitab Pararaton sebagai sumber sejarah harus dilakukan hati-hati, sebab terdapat banyak kelemahan pada kitab ini untuk dijadikan sebagai rujukan/sumber.
Terbitan masa Majapahit
Negarakertagama
Ditulis pada zaman pemerintahan Hayam Wuruk oleh Mpu Prapanca. Isi kitab mengenai kerajaan Singasari dari masa pemerintahan Ken Arok, raja pertama Singosari hingga Hayam Wuruk.
Sutasoma
Karangan Mpu Tantular. Menceritakan Sutasoma, putra raja yang kemudian mendalami agama Budha. Dalam kitab ini terdapat kata Bhinneka tunggal ika, tan hana dharma mangrwa. Kata bhinneka tunggal ika inilah yang kemudian menjadi semboyan persatuan yang tertulis di bawah kaki lambang garuda.
Arjunawijaya
Karangan Mpu Tantular. Kitab mengisahkan raja Arjuna Sasrabahu dan Patih Sumantri melawan Raksasa Rahwana.
Kutaramanawa
Ditulis Gajah Mada. Disusun berdasarkan kitab hukum Kutarasastra dan kitab hukum Munawasastra, dan kemudian disesuaikan dengan hukum adat pada waktu itu. Zaman sekarang Kutaramanawa sama dengan KUHP yang berfungsi untuk menata dan menjaga ketentraman masyarakat dalam menciptakan Social Equilibrium.
Masih terdapat beberapa kitab lainnya seperti: kitab Tantu Pagelaran, kitab Calon Arang, Kidung Sundayana, kitabPaman Canggah, kitab Usana Bali, carita Parahyangan, dll. Kekayaan literatur masa klasik itu adalah warisan tak ternilai bagi generasi bangsa ini dalam memahami jati dirinya. Semoga……..











informasinya bagus banget!!!
tapi tolong ya… gambarnya ditambah…
kan buat tugas sekolah…
Gambarnya ada di Flikr Gina…..
Terima kasih sudah berkunjung.
Ardy
Oleh: gina on 3 April 2009
at 5:28 PM
thank you banget infonya
bagus , good story . . .
salam kenal dari bali
Salam kenal Mas Wibisana…..senang mendapat kunjungan anda,
Ardy
Oleh: sembah on 14 April 2009
at 12:28 AM
KerreN,,
Tapi Saya Mohon gambAR kitaB peninGgalAnnya dilengKapi lagI . . . . . . . . .
KarenaA sAyA ingIn mendalaMI tentanG sejarah . . . . . . . . . .
ThX !
Ma kasih Mr.X
Semoga berguna, dan koleksi gambarnya ? semoga
Oleh: Mr. X on 28 Mei 2009
at 4:18 PM
Apakah bisa kitab negara kertagama versi asli (menggunakan bahasa sanseketa) dicari di sini ? Kira-kira apa ada kamus bahasa sansekerta ke dalam bahasa Indonesia ?
Negarakertagamanya Mpu Prapanca dirilis dimasa Majapahit awal menggunakan bahasa Jawa Kuno. Kamus Sansekerta-Indonesia mungkin dapat dijumpai di perpustakaan UI jur Bahasa Jawa atau di UGM ? Kalau kamus Jawa-Indonesia ada.
Oleh: Darmawan Prihandoko on 30 Juni 2009
at 9:56 AM
Pelajaran IPS kelas 7 juga ditambah biar lebih mantab
Oleh: Yoga on 5 Agustus 2009
at 8:21 PM
Betapa besarnya Bangsa Indonesia, dan telah ada sejah permulaan masehi, perjalanan Pnjang dan telah berganti banyak nama, bangkitlah kejayaan Majaphit di tengah kebinakaan Bangsa ini, jangan ada arogan sektoral bagi sekelompok orang, jangan kayak kacang lupa kulitnya, lihatlah bangsa ini sedang di acak-acak oleh segelintir orang yang tidak menghargai sejarah nenek moyangnya, dengan cara teror dan lainya. 64 tahun bangsa Indoensia belumlah apa2, ratusan tahun Majapahit tetap tinggal sejarah, waspadalah terhadap kacang lupa kulitnya.
Oleh: mbah surip on 5 Agustus 2009
at 10:09 PM
terima kasih Anda telah membantu saya untuk mengumpulkan tulisan dan fakta sejarah. semoga menjadi amal sholeh Anda.
Oleh: w15nu on 3 September 2009
at 12:08 PM
Gambarnya banyakin yaaaa?? untuk tugas sekolah…
habis libur idul fitri kan langsung ada presentasi sejarah..
Tolong gambarnya banyakin ya…? nanti klo ada tugas sejarah akhu mampir deh… ^.^
konichiwa…
Oleh: fauzia on 25 September 2009
at 7:08 PM
kurang lengkap bosss
Oleh: ilham saheri on 10 Oktober 2009
at 1:08 PM
q adalah seseorang lmyn tertarik dengan crita sejarah dan bukti adanya sejarah.,menurutq sejarah Jawa memang harus dijaga dan dilestarikan demi generasi selajutnya yg tak akan lupa dan tau tentang sejarah
Oleh: kenthing on 24 Oktober 2009
at 9:45 PM
Mohon izin untuk bisa mempergunakan beberapa bagian dari tulisan yang bagus ini guna dimasukkan dalam artikel yang terdapat di Pusat Sumber Belajar dan Dokumentasi Pendidikan SekolahVirtual
Terimakasih untuk perhatiannya.
Silahkan.
Ardy
Oleh: Pusat Sumber Belajar SekolahVirtual on 24 November 2009
at 2:23 PM
masih ada info tentang kerajaan lain gak?
Oleh: shinta on 10 Desember 2009
at 1:14 PM
Masih banyak…..
Tunggu ya.
Oleh: Ardy Widyarso on 14 Desember 2009
at 5:05 AM
sangat membantu dlm hal sejarah
Oleh: bastian on 10 Desember 2009
at 2:03 PM