Posted by: awidyarso65 | 13 October 2008

Belajar IPS dengan TTS

Latar belakang

Cukup banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar menguasai materi ajar IPS. Kesulitan dalam belajar IPS lebih disebabkan tingkat minat baca yang rendah, serta ketergantungan siswa dalam belajar terhadap guru. Jika tidak ada guru/guru tidak hadir maka siswa yang kurang mandiri dan tidak terbiasa belajar secara mandiri akan memilih menunggu atau bahkan bermain/bercanda dengan rekan sekelasnya. Survey dan pengamatan sekilas yang selalu saya lakukan ketika mengajar, dengan bertanya pada siswa yang mengalami kesulitan belajar IPS mendapati jawaban yang hampir sama.

 

KD=Kemampuan mendeskripsikan kerajaan dan peninggalan masa Hindu, Budha dan Islam  di Indonesia

KD=Kemampuan mendeskripsikan kerajaan dan peninggalan masa Hindu, Budha dan Islam di Indonesia

Jawabannya:  malas membaca, bersifat hafalan yang membosankan, tidak menarik dan berbagai alasan lain yang bermuara pada rendahnya minat baca siswa terhadap pelajaran IPS.Memang tidak perlu dipungkiri bahwa ada banyak materi ajar IPS yang mengalami pengulangan-pengulangan di level SD-SMP-SMA, bahkan sampai ke Perguruan Tinggi dalam wujud berbeda. Pun ditambah lagi harus menghafal sederet fakta kuno yang tidak pernah dialami subyek belajar, misalnya materi sejarah. Menjenuhkan, tidak menarik, dan sampai pada alam bawah sadar otak manusia yang membebani.

Kondisi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)

Tiga dasawarsa yang telah lalu, bahkan masih sering terbawa hingga kini, guru memainkan peran besar dalam KBM di kelas. Guru menjadi pusat belajar dan ‘dianggap’ serba tahu, sebagai model ideal dan siswa yang kini dipandang sebagai subyek belajar mengikuti cara dan arahan guru. Peran siswa, mendengar, mencatat, bertanya jika tidak tahu/tidak jelas, serta kerjakan tugas maupun PR. Arah proses KBM yang searah Guru-Murid kita alami dalam belajar IPS pada dekade 1970-an. Proses belajar  model di atas jika kita mau meneliti, masih banyak dilakukan guru, terutama pada sekolah-sekolah terpencil serta kurang dalam sarana dan prasarana untuk menunjang proses kreatif.

Alat bantu dalam belajar cukup berpengaruh terhadap proses serta kualitas institusionalisasi materi ajar kepada para siswa. Secara proses, alat bantu mempercepat/membantu pemahaman. Secara kualitas alat bantu ajar menguatkan institusionalisasi materi ajar pada siswa. Memperkuat daya ingat. Alat bantu mengajar dapat diperoleh dari membeli maupun dari kreativitas guru serta siswa itu sendiri. Reka cipta guru dalam membuat alat bantu mengajar mengilhami murid untuk menduplikasi.

Kondisi fisik kegiatan belajar mengajar yang ideal kondusif, nyaman dan tenang pada ruang ber-AC, dengan fasilitas buku yang tersedia (pegangan siswa maupun guru, serta map, charta, model, gambar, media AVA=audio visual aid, komputer, internet access, encarta, LCD+Screen) diyakini ikut mendorong kualitas pebelajaran. Semakin banyak melibatkan indera manusia (lihat, dengar,raba, cicip, cium) dalam proses belajar, telah diteliti akan lebih berhasil dibandingkan hanya melibatkan indera pendengaran saja (dalam metode ceramah).

Peran siswa dalam proses belajar juga merupakan satu kondisi yang membedakan kualitas out put siswa. Memberikan peran yang besar dalam proses belajar pada siswa (student center learning) pada masa kini telah menggantikan peran guru sebagai pusat/sumber. Ubah gaya transfer ilmu guru-siswa yang cenderung searah menjadi guru hanyalah sebagai fasilitator dan regulator proses belajar. Guru memberikan pengarahan apa yang akan dilakukan siswa untuk menguasai kompetensi tertentu, dan siswa dipersilakan mencapai kompetensi itu dengan caranya sendiri. Guru memfasilitasi alat-alat belajar yang diperlukan dan telah mempersiapkannya.

TTS = Teka Teki Silang sebagai alat bantu KBM-IPS

Dua tahun berturut-turut (2006-2007) saya menerapkan salah satu alternatif belajar IPS, khususnya untuk materi ajar Sejarah, Ekonomi, Geografi yang bersifat hafalan. Prinsip belajar yang menyenangkan, bebas-kreatif, belajar sambil bermain, dengan persentase keterlibatan siswa yang tinggi saya integrasikan. Cara belajar (pola ajar) yang saya praktikkan pada siswa SD-YPJ-KK ini saya namakan: BELAJAR IPS DENGAN TTS  . Melalui proses belajar seperti langkah-langkah yang akan diterangkan di bawah, guru mencoba membangun pemahaman siswa dari pengalaman belajarnya berdasarkan pada pengetahuan yang dimilikinya. Pembelajaran dikemas menjadi proses mengkonstruksi dan bukan menerima pengetahuan (konstruktifisme teori). Mencoba diubah dari pola menghafal menjadi mulai mencari pemahaman-pemahaman. Siswa mencoba menemukan dan mencari sehingga terjadi perpindahan dari mengamati menjadi memahami. Menemukan jawab dengan berfikir kritis mencari melalui ketrampilan belajarnya (inquiry proses). Proses belajar berlangsung menyenangkan serius tetapi santai. Siswa menggunakan sumber-sumber yang tersedia dan secara aktif mencari serta menggunakannya. Last but not least, ketika siswa mengerjakan TTS-nya bunyikan musik klasik pelan atau instrumen-nya Kitaro. 

Langkah-langkah, serta alat bantu/media yang diperlukan dalam pola ajar belajar IPS dengan TTS adalah sebagai berikut:

A.      Alat bantu/media

1. Buku paket pegangan belajar siswa

2. Daftar Konsep, pertanyaan dan pernyataan (sheet)

3. Stabilo atau pulpen merah

4. Penggaris

5. TTS = Teka Teki Silang dan daftar pertanyaannya

6. Charta, Gambar, Peta/Atlas atau Globe (telah ditempel/display di dinding)

7. Bahan tayang (ppt), Komputer, LCD+Screen (optional)

B.       Langkah-langkah

1. Persiapan Guru

a. Mempersiapkan TTS (blank crossword, soal-soal, dan jawaban lihat contoh)

b. Membuat ringkasan materi (konsep-konsep) secara urut dalam bentuk daftar pertanyaan dan pernyataan (bentuk sheet)

c. Mempersiapkan bahan tayang (ppt)

d. Mempersiapkan alat evaluasi

 

2. Langkah KBM Belajar IPS dengan TTS

a. Menugaskan siswa membaca Buku Paket pegangan siswa (materi topik yang akan dibahas pada TTS) seminggu sebelum kontes mengisi TTS-IPS.

b. Kontes mengisi TTS-IPS dengan batasan-batasan (boleh buka buku, yang tercepat dan benar memperoleh reward)

c. Ketika memperoleh jawaban TTS dari buku paket, maka jawaban pada buku paket tersebut harus digarisbawahi atau distabilo (untuk belajar dalam persiapan menghadapi assesment kompetensi dasar tersebut).

d. Saat mengerjakan TTS-IPS, siswa bebas melakukan dengan cara masing-masing dengan sumber-sumber belajar yang tersedia di kelas IPS. Yang terpenting adalah mengerjakan sendiri. (tidak mencontek, tidak tanya teman tetapi melihat buku, dan sumber yang tersedia). Guru memastikan bahwa jawaban ada pada sumber-sumber belajar yang disediakan.

e. Usai mengerjakan, hasil pekerjaan dikumpulkan dan langsung diadakan koreksi silang, sambil menyampaikan jawaban benar atas pertanyaan TTS. Pada saat ini dapat diadakan dialog untuk memecahkan persoalan kesulitan siswa dalam proses mengisi TTS-nya, serta penjelasan tentang hal-hal yang tidak dipahami siswa.

f. Guru memberikan nilai/skor dan didokumentasi sebagai hasil unjuk kerja belajar siswa (dimasukkan ke nilai tugas).

g. Guru-Siswa bersepakat mengenai waktu Uji Kompetensi untuk menguji  apakah siswa telah menguasai kompetensi yang telah dipelajarinya. Bentuk Uji Kompetensinya dapat berupa TTS-IPS juga, dengan format TTS yang berbeda dan dibatasi dengan waktu serta close book.

h. Hasil assesment dapat memberi gambaran seberapa penguasaan siswa atas kompetensi yang telah dipelajari.

SELAMAT MENCOBA !! 

Selengkapnya belajar IPS dengan TTS dapat di download di : belajar-ips-dengan-tts

About these ads

Responses

  1. Pak Ardy, you are really inquirer teacher.

    Thank you Sir !
    But I still need more !

  2. saya juga sering menggunakan metode pengerjaan soal dengan cara TTS seperti ini. Namun banyak siswa yang msh menganggap ini cukup sulit dan kurang menarik Mungkin anda punga alternatif lain?

    Mbak Irma,
    Saya ucapkan terima kasih atas atensi dan kunjungan ke site ini.
    Mungkin situasi kelas dan ‘design’ sosial milieu kelas kita agak berbeda. Di kelas yang saya bimbing para siswa anthusias bahkan meminta pembelajaran cara ini. Agaknya untuk kelas saya cukup berhasil. Yang saya lakukan diantaranya; memastikan bahwa hasilnya dikoreksi dan mendapat reward, ketika siswa mencari jawabnya dan menemukan diminta menggarisbawahi (atau stabilo) jawaban yang ditemukan di buku paket (pegangan siswa), pastikan pula bahwa soal TTS berasal ddari buku paket dan tersedia jawabannya di buku dimaksud, sampaikan bahwa soal-soal TTS adalah bagian dari soal uji konsistensi bab/bahasan tertentu. Jika masih kesulitan biarkan siswa membuka buku dan bekerja sama mencari jawabnya dalam kelompok-kelompok. Selain cara mandiri belajar dengan TTS, saya juga melaksanakan methode cepat-tepat (ada tersedia peralatannya), methode kwiss (bentuk kotes antar kelompok siswa) atau game dengan menggunakan encarta ensiklopedia di komputer. Mudah-mudahan syaring ini berguna.
    Selamat bekerja Mbak Irma.

  3. selamat pagi pak ardi, kebetulan sekali pak, saya juga berbackground guru ips (akuntansi) tapi suka blajar komputer, saya pernah juga mencoba pembelajaran dengan tts tapi siswa saya suruh buat ttsnya, hasilnya tidak seperti yang saya harapkan karena siswa cenderung membuat tts bukan pada pokok informasinya, dengan membaca sharing bapak akan saya coba lagi semoga berhasil,

    trimakasih sebelumnya,

    syaloom
    pak totok sma sedes semarang
    (pakai alamat blog yang lain)

  4. pak,kok materi ttg “Globalisasi”gak ada sich?

  5. it’s really good idea. kalau bs metode-metode lainnya jg dimuat yah

    Thanks Jemm.
    Semoga ada waktunya untuk berkreasi…..
    Ardy

  6. HAoiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

    Ada kog….coba buka-buka lagi dech….
    Tapi belum banyak….
    Tunggu ya

  7. saya tertarik dg metode bpk. mohon izin utk sy terapkan kpd para siswa. klo ada metode atau alat bantu belajar yg lain mohon informasinya. Maturnuwun

    Silahkan menggunakannya dan senantiasa mencari informasi untuk mendapatkan yang terbaik.

  8. Pak, yg tts 17 n 20 mnurun tu ap?
    Need ur help
    T.T

    TTS kelas berapa dan bab berapa kah ?

  9. Pagi mas …. saya sudah menerapkan metode mengajar dengan cara TTS, memang sangat antusias dan lebih bersemangat di kelas… cuma ada tidak untuk tingkat yang SMP atau SMA gituu …?

    Mbak atau Mas,
    Untuk yang SMP dan SMA saya belum punya.
    Coba Anda buat dengan menggunakan software yang dapat di download di google.
    Selamat bekerja.

  10. ass. bagus pak postingannya..ada manfaat yang bisa saya ambil.kebetulan sya juga ngajar IPS di SD. oh ya pak..sya juga mau mnta izin untuk mengcopy sbagian materi bpk untuk referensi sya. terima kasih pak sebelumnya.
    semoga bermanfaat. wass

    Silahkan Mas Wahyu…..
    Anda bebas menggunakan apa yang Mas Wahyu butuhkan untuk mengajar.
    Selamat bekerja cerdaskan bangsa.
    Salam dari Pedalaman Papua.

  11. buatin yg kelas 7 donk masa SD doank sih

  12. bikin tts kelas delapan bab 1 ampe bab 6 …….. dnk… besok di kumpulin nih… butuh…

  13. bikin TTS sosiologi untuk SMA kelas XI juga biar saya bisa menerapkannya di kelas saya.
    terima kasih

  14. Pak Ar dy,yang konsep-konsep kerajaan Hindu-Budha dimanakah ???

  15. setuju, buat soal TTS untuk sosiologi kelas X, XI dan XI

  16. Bagus banget pak terobosannya….boleh dong diberi tips praktisnya dalam ber-TTS atau software untuk buat TTS…saya juga guru IPS…Terima kasih…Salam kenal

  17. salam. pak boleh kirimin sumber bukunya ga? coz buat refernsi skripsi. sya mmhon dgn sngat tlng krmkan secepatnya ke email saya ademegasari@yahoo.com, sblmnya trmksh byk.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: